Poltekkes Kemenkes Surabaya Gelar Sosialisasi Pedoman Manajemen Risiko K3 Tahun 2025

Published: 1 April 2025

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar risiko dengan menyelenggarakan Sosialisasi Pedoman Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 18-19 Maret 2025 dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, SKM, M.Sc, menekankan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap individu di lingkungan kampus memahami perannya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. “Pedoman ini menjadi fondasi penting agar seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan dengan aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pedoman Manajemen Risiko K3 sendiri memuat kerangka kerja yang sistematis, mulai dari identifikasi risiko, analisis, evaluasi, mitigasi, hingga pemantauan berkelanjutan. Substansi pedoman juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dengan seluruh pemangku kepentingan serta pencatatan melalui risk register. Sosialisasi dilaksanakan dengan berbagai metode, antara lain ceramah interaktif, penyampaian materi melalui media daring, serta distribusi dokumen tercetak dan digital. Respon peserta sangat positif, menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk melindungi aset institusi dan menjamin keselamatan seluruh warga kampus.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Unit Pengembangan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (UPIK3L) yang baru dibentuk. Dengan dukungan penuh dari P2K3, UPIK3L diharapkan mampu mengawal implementasi pedoman secara konsisten di seluruh jurusan dan program studi. Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai institusi pendidikan vokasi kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing global dengan menjunjung tinggi keselamatan dan kesehatan kerja.

Poltekkes Kemenkes Surabaya Gelar Pelatihan Pencegahan dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran 

Published: 4 November 2025 

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surabaya melalui Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja dengan menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan, Simulasi Evakuasi Tanggap Darurat Kebakaran, serta Pemadaman menggunakan APAR dan alat pemadam api tradisional. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Laboratorium Terpadu dan Gedung Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya.

Pelatihan ini diikuti oleh 129 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, dan cleaning service dari berbagai jurusan dan program studi. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan 80 peserta hadir langsung, serta daring dengan 49 peserta. Dalam kegiatan tersebut, Poltekkes Surabaya menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, di antaranya Widagdo ES, SE., M. Mundhir, Hariyanto, Agung Gunawan, dan Faisal. Para narasumber memberikan penjelasan teknis sekaligus praktik langsung mengenai prosedur evakuasi, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta pemanfaatan alat tradisional seperti karung goni dan ember air untuk pemadaman darurat.

Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, SKM., MH.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (SMK3L) di kampus. “Simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana di kalangan civitas akademika. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita dapat melindungi aset institusi sekaligus menjamin keselamatan seluruh warga kampus,” ujarnya.

Ketua P2K3, Bedjo Utomo, SKM., M.Kes., menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi agenda rutin yang akan terus dikembangkan agar seluruh sivitas akademika memiliki keterampilan dasar menghadapi keadaan darurat. Kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta. Melalui simulasi ini, Poltekkes Kemenkes Surabaya berharap dapat memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi risiko kebakaran, sekaligus menjadi teladan penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan pendidikan tinggi kesehatan.